Rabu, 11 Februari 2015

jawaban UAS etika Profesi



UJIAN AKHIR SEMESTER
ETIKA PROFESI

TAKE HOME
diajukan untuk memenuhi UAS  
mata kuliah Etika Profesi

Dosen Pengampu
DR.H. Asep Rohayat,M.Pd

Oleh
TATANG RUSMANA
NIM.13861033


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
KONSENTRASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCA SARJANA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIDIKAN
GARUT
2015

PERTANYAAN
  1. Bagaimana etika sebagai ilmu dapat dibagi? Jelaskan setiap tipe etika itu…
Jawab :
Etika ilmu tentang moralitas
Etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas  atau tentang sejauh berkaitan dengan moralitas. Suatu cara lain untuk merumuskan hal yang sama  bahwa etika ilmu yang memplajari tingkah laku moral. Ada tiga pedekatan yang sering diguakan yaitu etika deskriptif, etika normative, etika metaetika
Etika deskriptif
Etika deskriptif adalah mempelajari moralitas yang terdapat dalam individu-indivudu tertentutentu, adalam ebudayaan-kebudayaan tertentu serta dalam subkultur-subkultur tertentu dalam priode sejarah dan sebagainya. disini seorang ahli hanya sebagai pengamat yang melukiskan apa yang diamatinya namun tidak memberikan penilaia. Biasanya ini dipakai oleh ilmu-ilmu sosial seperti antropologi budaya, sosiologi, sejarah dan psikologi.
Etika normative
Etika normative disini  ahli bersangkutan tidak bertindak sebagai penonton netral seperti halnya dalam etika deskriptif  tetapi dia melibatkan diri dengan mengemukakan nilai tentang perilaku manusia. Menolak perilkau yang bertentangan dengan martabat manusia sebagai contoh dai tidak memandang fungsi prostitusi namun menolak lembaga prostitusi sebaga suatu lembaga yang merendahkan martabat perempuan.
Etika normative dapat dibagi menjadi dua yaitu etika umum dan etika khusus.
Etika umum
Memandang tema-tema umum, seperti mengenai ilmu etis , hubungan antar norma tersebut, kekhususan serta hbungan tanggung jawab manusia dengan kebebasan. Intiya tentang apa seluk beluk yang dinamakan dengan etis itu sendiri.
 Etika khusus
Berusaha menerapkan prinsip etis yang umum atas wilayah perilaku manusia yang khusus. Dengan menggunakan istilah yang lazim dalam kontek logika dapat dikatakan juga bahwa dalam etika khusus itu premis nrmatif dikaitakan dengan premis factual untuk sampai pada suatau kesimpulan etis yang bersifat normative juga. etika khusus ini juga sering disebut sebagai etika terapan
Metaetika
Metaetika berasal dari awalan meta (dalam bahasa Yunani) mempunyai arti melebihi , melampaui. Istilah yang digunakan untuk membahas etika secara langsung melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas metaetika seolah bergerak pada taraf yang lebih tinggi dari pada etis atau taraf bahasa yang yang kita gunakan dalam bidang moral. Metaetika ini dapat ditempatkan dalam rangka filsafat analitis, suatu aliran yang penting pada abad 20. Oleh karena itu sering pula disebut etika analitis

  1. Jelaskan perbedaan norma-norma dalam masyarakat (norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum)…
Jawab :
Perbedaan masing-masing norma itu adalah :
a. Norma AGAMA
    1) Berasal dari TUHAN / ALLAH
    2) Sanksinya bersifat internal (dosa )
    3) Isinya ditujukan pada sikap lahir dan bathin
    4) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban dan hak
b.  Norma KESUSILAAN / MORAL
    1)  Bersumber pada diri sendiri yang bersifat OTONOM
    2) Sanksinya bersifat internal, yaitu dari pelaku sendiri
    3)  Isinya ditujukan pada sikap bathin
    4) Bertujuan untuk kepentingan pelaku agar dia menyempurnakan    dirinya sendiri
    5) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban
c. Norma KESOPANAN
    1) Bersumber dari masyarakat yang tidak terorganisir
    2) Sanksinya bersifat eksternal dalam wujud teguran, celaan dan pengusiran
    3)  Isinya ditujukan pada sikap lahir 
    4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
    5) Daya kerjnya pada kewajiban
d. Norma HUKUM
    1) Bersumber dari masyarakat yang diwakili oleh suatu otoritas tertinggi dan terorganisir
    2) Sanksinya bersifat eksteren dalam wujud pidana mati, penjara kurungan dan denda
    3) Isinya mutlak ditujukan pada sikap lahir
    4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
    5) Daya kerjanya mengharmonisasikan antara hak dan kewajiban

  1. Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga professional hendaknya mampu mengimbanginya dengan berbagai langkah kongkrit. Tuliskan langkah-langkah kongkrit tersebut
Jawab :
Di era teknologi komunikasi dan informasi sangat beragam, maka di wajibkan seorang guru sebagai profesional harus mampu menggunakan media-media yang ada dengan maksimal, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Peran seorang guru dalam mengembangkan pembelajaran menggunakan teknologi informasi itu sangat perlu dalam mempengaruhi proses belajar. Peranan seorang guru dalam mengembangkan pembelajaran mengunakan teknologi informasi sangat beragam sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Teknologi Informasi dalam pembelajaran juga memiliki peran sebagai berikut; penyajian materi ajar menjadi standar, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif, waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, pembelajaran dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan, meningkatkan sifat positif peserta didik dalam proses menjadi lebih kuat/baik, dan memberikan nilai positif bagi pengajar.
Langkah-langkah kongkritnya adalah ;
1.      Senantiasa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang menjadi trending topic di masyarakat terutama di kalangan siswa.
2.      Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan skill dalam penguasaan peralatan teknologi
3.      Memahami pendekatan/metode mengajar era masa depan sehingga dapat menggabungkann antara konvensional dengan modern
4.      Dapat menjadi penengah atau mencounter hal-hal negative dari konten-konten teknologi yang digunakan oleh siswa

  1. Tuliskan faktor eksternal dan faktor internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode etik profesi keguruan yang dilakukan oknum anggota profesi…
Jawab :
Faktor Internal
1) Tidak adanya kedisiplinan dari dalam diri seorang guru.
2) Tidak mencintai profesinya sebagai seorang pendidik.
3) Visi misi yang tidak kuat dalam pelayanannya menjadi seorang pendidik
4) Memiliki sifat masa bodo yang penting mendapat gaji.
5) Tidak memiliki motivasi untuk keberhasilan siswanya.
6) Tidak memiliki komitmen sebagai seorang pendidik.
Faktor Eksternal
1) Tugas mengajar guru yang tidak sesuai dengan bidang kompetensi yang dikuasai oleh guru tersebut.
2) Tidak adanya kesempatan pelatihan pada guru baru dengan baik sehingga guru kebingungan dan menjadi asal-asalan dalam mengerjakan kewajibannya sebagai seorang guru.
3) Tidak adanya ikatan kekeluargaan di sekolah sebagai sesama pendidik.

  1. Jika kita membandingkan pendidikan hati nurani dengan pendidikan akal budi, yang mana lebih sulit untuk dilaksanakan? Apa sebabnya? Dan bagaimana hubungan antara hati nurani dan superego?
Jawab :
Secara teoritis pendidikan hati nurani lebih sulit dari pada pendidikan pendidikan akal budi, dalam prakteknya kesulitan tidak terasa dengan syarat keluarga dapat menunjang keserasian moral.
Secara teoritis  tadi yang lebih sulit adalah pendidikan hati nurani karena metode-metode yang digunakan untuk mendidik akal budi  untuk mencapai hasil yang optimal dalam mendidik akal budi jauh lebih jelas dan gampang secara umum dilakukan oleh Sekolah. Sedangkan hati nurani proses pembelajarannya secara berkelanjutan sejak individu lahir diasuh oleh orang tua sampai sekarang dia tinggal dilingkungan sekelilingnya pendidikan hati nurani secara lebih baik berlangsung dalam pendidikan informal yaitu keluarga dengan cara keluarga memberikan contoh-contoh yang baik.
Hubungan antara hati nurani dan superego dapat dilihat saat menoroti patologis dari hati nurani (hati nurani dalam keadaan yang tidak normal ) sebagai penyembuhan melalui pengembangan psikoanalisis

  1. Profesionalitas dan profetika merupakan nilai-nilai dasar dari dua sisi ajaran islam dalam dunia kerja nyata, yaitu kerahmatan islam dan kerahiman islam, coba jelaskan bagaimana menurut pandangan saudara dalam menyikapi hal tersebut diatas…
Jawab :
·         Profesional  berhubungan dengan aspek teknis-lahiriah, yaitu seseorang muslim berusaha 100% menguasai kemampuan-kemampuan teknis sebagaimana umumnya dengan kompetensinya yang terbaik. Dalam hal ini, ia harus memiliki kompetensi yang memungkinkannya melakukan kompetisi dalam  melayani kemaslahatan umat manusia ( fastabiqu al-khairot).
·         Profetik  berhubungan dengan  aspek makna-batiniah, yaitu seorang muslim berusaha 100% ber akhlaqul karimah dalam konteks kemanusian. Semua usaha yang dilakukannya dalam tataran duniawi merupakan amal shaleh dalam rangka kehidupan akheratnya.

Sebagai seorang muslim takkala kita melaksanakan pekerjaan harus senantiasa memiliki aspek akhlakul karimah. Dalam dunia pendidikan dapat kita maknai menjadi seorang guru harus benar-benar menerapkan prinsip-prinisp agama dengan kata lain kita adalah guru agama yang memiliki spesialisasi mengajar fisika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan berpola fikir seperti itu maka dalam setiap pembelajaran dan pendidikan guru senantiasa mengajarkan berbagai hal keduaniawian dikaitkan denganhal-hal kerohanian (agama).

  1. Menurut Daniel Goleman (emotional Intelligent,1996) : orang yang mempunyai IQ tinggi tapi rendah EQ cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang-orang yang IQ-nya rata-rata namun EQ-nya tinggi. Bagaimana menurut menurut analisa berdasarkan landasan teori yang saudara miliki tentang pendapat tersebut diatas, dan jelaskan perpaduan kecerdasan yang bagaimana supaya terjadi keseimbangan agar menjadikan orang yang sukses dalam meniti karier..
Jawab :
IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu. Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan seseorang. Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Pemusatan pada konsep ini sebagai satu-satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi. Ketidakpuasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta mendalam. 

Konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidakpuasan manusia jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu emosional. Komponen utama dari kecerdasan ini adalah kesadaran diri, motivasi pribadi, pengaturan diri, empati dan keahlian sosial. Letak dari kecerdasan emosional ini adalah pada sistem limbik. EQ lebih pada rasa, jika kita tidak mampu mengelola aspek rasa kita dengan baik, maka kita tidak akan mampu untuk menggunakan aspek kecerdasan konvensional (IQ) secara efektif, karena IQ menentukan sukses hanya 20% dan EQ 80%.

  1. Beberapa teknik dalam pemecahan diantaranya “brainstorming” coba anda tuliskan bagaimana : prosesnya, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahannya serta dari permasalahan tersebut langkah-langkah bagaimana dalam proses pembuatan keputusannya.
Jawab :
Brainstorming adalah suatu metode untuk menghasilkan ide gagasan yang banyak mengenai topic tertentu secara kreatif dan efisien. Penyampaian ide-ide dilakukan melalui proses yang bebas dari penilaian dan kritik
Prosesnya :
·         Topic atau masalah dirumuskan dan ditulis dengan jelas
·         Tiap anggota tim secara bergantian memberikan idenya. Tak ada penilaian atau kritik
·         Begitu ide disampaikan ditulis pada kertas flipchart atau papan tulis dengan huruf yang dapat dibaca
·         Demikian proses penyampaian ide terus berlangsung sampai ide tersebut habis
·         Jika diperlukan lakukan klarifikasi, penyederhanaan dan kombinasi
Keunggulan brainstorming
·         Adanya spectrum pengetahuan yang lebih luas
·         Pencarian alternative keputusan lebih luas & variatif
·         Adanya kerangka pandangan/perspektif yang lebih lebar
·         Resiko keputusan ditanggung kelompok
·         Karena keputusan kelompok, setiap individu termotivasi untuk melaksanakan (shared value)
·         Dapat terwujudnya kreativitas & inovasi yang lebih luas, karena adanya berbagai pandangan
Kelemahan brainstorming
·         Memakan waktu dan biaya lebih
·         Efisien pengambilan keputusan menurun
·         Keputusan kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok

1 komentar: