UJIAN AKHIR SEMESTER
ETIKA PROFESI
TAKE
HOME
diajukan untuk memenuhi UAS
mata
kuliah Etika Profesi
Dosen
Pengampu
DR.H. Asep Rohayat,M.Pd
Oleh
TATANG
RUSMANA
NIM.13861033
PROGRAM
STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
KONSENTRASI
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM
PASCA SARJANA
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIDIKAN
GARUT
2015
PERTANYAAN
- Bagaimana etika sebagai ilmu dapat dibagi? Jelaskan setiap tipe etika itu…
Jawab :
Etika ilmu
tentang moralitas
Etika adalah ilmu
yang membahas tentang moralitas atau tentang sejauh berkaitan dengan
moralitas. Suatu cara lain untuk merumuskan hal yang sama bahwa etika
ilmu yang memplajari tingkah laku moral. Ada tiga pedekatan yang sering
diguakan yaitu etika deskriptif, etika normative, etika metaetika
Etika deskriptif
Etika deskriptif
adalah mempelajari moralitas yang terdapat dalam individu-indivudu
tertentutentu, adalam ebudayaan-kebudayaan tertentu serta dalam
subkultur-subkultur tertentu dalam priode sejarah dan sebagainya. disini
seorang ahli hanya sebagai pengamat yang melukiskan apa yang diamatinya namun
tidak memberikan penilaia. Biasanya ini dipakai oleh ilmu-ilmu sosial seperti
antropologi budaya, sosiologi, sejarah dan psikologi.
Etika normative
Etika normative
disini ahli bersangkutan tidak bertindak sebagai penonton netral seperti
halnya dalam etika deskriptif tetapi dia melibatkan diri dengan
mengemukakan nilai tentang perilaku manusia. Menolak perilkau yang bertentangan
dengan martabat manusia sebagai contoh dai tidak memandang fungsi prostitusi namun
menolak lembaga prostitusi sebaga suatu lembaga yang merendahkan martabat
perempuan.
Etika normative
dapat dibagi menjadi dua yaitu etika umum dan etika khusus.
Etika umum
Memandang tema-tema
umum, seperti mengenai ilmu etis , hubungan antar norma tersebut, kekhususan
serta hbungan tanggung jawab manusia dengan kebebasan. Intiya tentang apa seluk
beluk yang dinamakan dengan etis itu sendiri.
Etika khusus
Berusaha menerapkan
prinsip etis yang umum atas wilayah perilaku manusia yang khusus. Dengan menggunakan
istilah yang lazim dalam kontek logika dapat dikatakan juga bahwa dalam etika
khusus itu premis nrmatif dikaitakan dengan premis factual untuk sampai pada
suatau kesimpulan etis yang bersifat normative juga. etika khusus ini juga
sering disebut sebagai etika terapan
Metaetika
Metaetika berasal
dari awalan meta (dalam bahasa Yunani) mempunyai arti melebihi , melampaui.
Istilah yang digunakan untuk membahas etika secara langsung melainkan
ucapan-ucapan di bidang moralitas metaetika seolah bergerak pada taraf yang
lebih tinggi dari pada etis atau taraf bahasa yang yang kita gunakan dalam
bidang moral. Metaetika ini dapat ditempatkan dalam rangka filsafat analitis,
suatu aliran yang penting pada abad 20. Oleh karena itu sering pula disebut
etika analitis
- Jelaskan perbedaan norma-norma dalam masyarakat (norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum)…
Jawab
:
Perbedaan
masing-masing norma itu adalah :
a. Norma AGAMA
1) Berasal dari TUHAN / ALLAH
2) Sanksinya bersifat internal (dosa )
3) Isinya ditujukan pada sikap lahir dan bathin
4) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban dan hak
b. Norma KESUSILAAN / MORAL
1) Bersumber pada diri sendiri yang bersifat OTONOM
2) Sanksinya bersifat internal, yaitu dari pelaku sendiri
3) Isinya ditujukan pada sikap bathin
4) Bertujuan untuk kepentingan pelaku agar dia menyempurnakan dirinya sendiri
5) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban
c. Norma KESOPANAN
1) Bersumber dari masyarakat yang tidak terorganisir
2) Sanksinya bersifat eksternal dalam wujud teguran, celaan dan pengusiran
3) Isinya ditujukan pada sikap lahir
4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
5) Daya kerjnya pada kewajiban
a. Norma AGAMA
1) Berasal dari TUHAN / ALLAH
2) Sanksinya bersifat internal (dosa )
3) Isinya ditujukan pada sikap lahir dan bathin
4) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban dan hak
b. Norma KESUSILAAN / MORAL
1) Bersumber pada diri sendiri yang bersifat OTONOM
2) Sanksinya bersifat internal, yaitu dari pelaku sendiri
3) Isinya ditujukan pada sikap bathin
4) Bertujuan untuk kepentingan pelaku agar dia menyempurnakan dirinya sendiri
5) Daya kerjanya lebih menitik beratkan pada kewajiban
c. Norma KESOPANAN
1) Bersumber dari masyarakat yang tidak terorganisir
2) Sanksinya bersifat eksternal dalam wujud teguran, celaan dan pengusiran
3) Isinya ditujukan pada sikap lahir
4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
5) Daya kerjnya pada kewajiban
d. Norma
HUKUM
1) Bersumber dari masyarakat yang diwakili oleh suatu otoritas tertinggi dan terorganisir
2) Sanksinya bersifat eksteren dalam wujud pidana mati, penjara kurungan dan denda
3) Isinya mutlak ditujukan pada sikap lahir
4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
5) Daya kerjanya mengharmonisasikan antara hak dan kewajiban
1) Bersumber dari masyarakat yang diwakili oleh suatu otoritas tertinggi dan terorganisir
2) Sanksinya bersifat eksteren dalam wujud pidana mati, penjara kurungan dan denda
3) Isinya mutlak ditujukan pada sikap lahir
4) Bertujuan untuk ketertiban masyarakat
5) Daya kerjanya mengharmonisasikan antara hak dan kewajiban
- Dalam era perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini guru sebagai tenaga professional hendaknya mampu mengimbanginya dengan berbagai langkah kongkrit. Tuliskan langkah-langkah kongkrit tersebut
Jawab
:
Di era teknologi komunikasi dan
informasi sangat beragam, maka di wajibkan seorang guru sebagai profesional
harus mampu menggunakan media-media yang ada dengan maksimal, agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Peran seorang guru dalam mengembangkan
pembelajaran menggunakan teknologi informasi itu sangat perlu dalam
mempengaruhi proses belajar. Peranan seorang guru dalam mengembangkan
pembelajaran mengunakan teknologi informasi sangat beragam sesuai dengan
situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Teknologi
Informasi dalam pembelajaran juga memiliki peran sebagai berikut; penyajian
materi ajar menjadi standar, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik,
kegiatan belajar dapat menjadi lebih interaktif, waktu yang dibutuhkan untuk
pembelajaran dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, pembelajaran
dapat disajikan dimana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan,
meningkatkan sifat positif peserta didik dalam proses menjadi lebih kuat/baik,
dan memberikan nilai positif bagi pengajar.
Langkah-langkah
kongkritnya adalah ;
1. Senantiasa mengikuti perkembangan
teknologi informasi yang menjadi trending topic di masyarakat terutama di
kalangan siswa.
2. Senantiasa meningkatkan pengetahuan
dan skill dalam penguasaan peralatan teknologi
3. Memahami pendekatan/metode mengajar
era masa depan sehingga dapat menggabungkann antara konvensional dengan modern
4. Dapat menjadi penengah atau
mencounter hal-hal negative dari konten-konten teknologi yang digunakan oleh
siswa
- Tuliskan faktor eksternal dan faktor internal penyebab terjadinya pelanggaran terhadap kode etik profesi keguruan yang dilakukan oknum anggota profesi…
Jawab
:
Faktor
Internal
1) Tidak adanya kedisiplinan dari dalam diri seorang guru.
2) Tidak mencintai profesinya sebagai seorang pendidik.
3) Visi misi yang tidak kuat dalam pelayanannya menjadi seorang pendidik
4) Memiliki sifat masa bodo yang penting mendapat gaji.
5) Tidak memiliki motivasi untuk keberhasilan siswanya.
6) Tidak memiliki komitmen sebagai seorang pendidik.
1) Tidak adanya kedisiplinan dari dalam diri seorang guru.
2) Tidak mencintai profesinya sebagai seorang pendidik.
3) Visi misi yang tidak kuat dalam pelayanannya menjadi seorang pendidik
4) Memiliki sifat masa bodo yang penting mendapat gaji.
5) Tidak memiliki motivasi untuk keberhasilan siswanya.
6) Tidak memiliki komitmen sebagai seorang pendidik.
Faktor
Eksternal
1) Tugas mengajar guru yang tidak sesuai dengan bidang kompetensi yang dikuasai oleh guru tersebut.
2) Tidak adanya kesempatan pelatihan pada guru baru dengan baik sehingga guru kebingungan dan menjadi asal-asalan dalam mengerjakan kewajibannya sebagai seorang guru.
3) Tidak adanya ikatan kekeluargaan di sekolah sebagai sesama pendidik.
1) Tugas mengajar guru yang tidak sesuai dengan bidang kompetensi yang dikuasai oleh guru tersebut.
2) Tidak adanya kesempatan pelatihan pada guru baru dengan baik sehingga guru kebingungan dan menjadi asal-asalan dalam mengerjakan kewajibannya sebagai seorang guru.
3) Tidak adanya ikatan kekeluargaan di sekolah sebagai sesama pendidik.
- Jika kita membandingkan pendidikan hati nurani dengan pendidikan akal budi, yang mana lebih sulit untuk dilaksanakan? Apa sebabnya? Dan bagaimana hubungan antara hati nurani dan superego?
Jawab
:
Secara teoritis pendidikan hati
nurani lebih sulit dari pada pendidikan pendidikan akal budi, dalam prakteknya
kesulitan tidak terasa dengan syarat keluarga dapat menunjang keserasian moral.
Secara teoritis tadi yang
lebih sulit adalah pendidikan hati nurani karena metode-metode yang digunakan
untuk mendidik akal budi untuk mencapai hasil yang optimal dalam mendidik
akal budi jauh lebih jelas dan gampang secara umum dilakukan oleh Sekolah.
Sedangkan hati nurani proses pembelajarannya secara berkelanjutan sejak
individu lahir diasuh oleh orang tua sampai sekarang dia tinggal dilingkungan
sekelilingnya pendidikan hati nurani secara lebih baik berlangsung dalam
pendidikan informal yaitu keluarga dengan cara keluarga memberikan
contoh-contoh yang baik.
Hubungan antara hati nurani dan
superego dapat dilihat saat menoroti patologis dari hati nurani (hati nurani
dalam keadaan yang tidak normal ) sebagai penyembuhan melalui pengembangan
psikoanalisis
- Profesionalitas dan profetika merupakan nilai-nilai dasar dari dua sisi ajaran islam dalam dunia kerja nyata, yaitu kerahmatan islam dan kerahiman islam, coba jelaskan bagaimana menurut pandangan saudara dalam menyikapi hal tersebut diatas…
Jawab
:
·
Profesional berhubungan dengan aspek teknis-lahiriah, yaitu seseorang muslim berusaha
100% menguasai kemampuan-kemampuan teknis sebagaimana umumnya dengan
kompetensinya yang terbaik. Dalam hal ini, ia harus memiliki kompetensi yang
memungkinkannya melakukan kompetisi dalam
melayani kemaslahatan umat manusia ( fastabiqu al-khairot).
·
Profetik berhubungan dengan aspek
makna-batiniah, yaitu seorang muslim berusaha 100% ber akhlaqul karimah dalam
konteks kemanusian. Semua usaha yang dilakukannya dalam tataran duniawi
merupakan amal shaleh dalam rangka kehidupan akheratnya.
Sebagai seorang muslim takkala kita melaksanakan
pekerjaan harus senantiasa memiliki aspek akhlakul karimah. Dalam dunia
pendidikan dapat kita maknai menjadi seorang guru harus benar-benar menerapkan
prinsip-prinisp agama dengan kata lain kita adalah guru agama yang memiliki
spesialisasi mengajar fisika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan
berpola fikir seperti itu maka dalam setiap pembelajaran dan pendidikan guru
senantiasa mengajarkan berbagai hal keduaniawian dikaitkan denganhal-hal
kerohanian (agama).
- Menurut Daniel Goleman (emotional Intelligent,1996) : orang yang mempunyai IQ tinggi tapi rendah EQ cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang-orang yang IQ-nya rata-rata namun EQ-nya tinggi. Bagaimana menurut menurut analisa berdasarkan landasan teori yang saudara miliki tentang pendapat tersebut diatas, dan jelaskan perpaduan kecerdasan yang bagaimana supaya terjadi keseimbangan agar menjadikan orang yang sukses dalam meniti karier..
Jawab
:
IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan
mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan
kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu.
Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan seseorang.
Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling
mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Pemusatan pada konsep ini
sebagai satu-satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan
karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi.
Ketidakpuasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan
seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta
mendalam.
Konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidakpuasan manusia
jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ
memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu
emosional. Komponen utama dari kecerdasan ini adalah kesadaran diri, motivasi
pribadi, pengaturan diri, empati dan keahlian sosial. Letak dari kecerdasan
emosional ini adalah pada sistem limbik. EQ lebih pada rasa, jika kita tidak mampu
mengelola aspek rasa kita dengan baik, maka kita tidak akan mampu untuk
menggunakan aspek kecerdasan konvensional (IQ) secara efektif, karena IQ
menentukan sukses hanya 20% dan EQ 80%.
- Beberapa teknik dalam pemecahan diantaranya “brainstorming” coba anda tuliskan bagaimana : prosesnya, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahannya serta dari permasalahan tersebut langkah-langkah bagaimana dalam proses pembuatan keputusannya.
Jawab
:
Brainstorming adalah suatu metode
untuk menghasilkan ide gagasan yang banyak mengenai topic tertentu secara
kreatif dan efisien. Penyampaian ide-ide dilakukan melalui proses yang bebas
dari penilaian dan kritik
Prosesnya
:
·
Topic
atau masalah dirumuskan dan ditulis dengan jelas
·
Tiap
anggota tim secara bergantian memberikan idenya. Tak ada penilaian atau kritik
·
Begitu
ide disampaikan ditulis pada kertas flipchart atau papan tulis dengan huruf
yang dapat dibaca
·
Demikian
proses penyampaian ide terus berlangsung sampai ide tersebut habis
·
Jika
diperlukan lakukan klarifikasi, penyederhanaan dan kombinasi
Keunggulan
brainstorming
·
Adanya
spectrum pengetahuan yang lebih luas
·
Pencarian
alternative keputusan lebih luas & variatif
·
Adanya
kerangka pandangan/perspektif yang lebih lebar
·
Resiko
keputusan ditanggung kelompok
·
Karena
keputusan kelompok, setiap individu termotivasi untuk melaksanakan (shared
value)
·
Dapat
terwujudnya kreativitas & inovasi yang lebih luas, karena adanya berbagai
pandangan
Kelemahan
brainstorming
·
Memakan
waktu dan biaya lebih
·
Efisien
pengambilan keputusan menurun
·
Keputusan
kelompok dapat merupakan kompromi atau bukan sepenuhnya keputusan kelompok
trima kasih
BalasHapussangat membantu